Monday, November 21, 2016

27 Wanita Inspiratif dari Andalusia (Part 1)



Berikut ini adalah biografi singkat 27 orang perempuan Andalusia di abad pertengahan. Profil mereka diambil dari Kitab al-Silah Ibnu Bashkuwal (wafat 1183), Takmilat Kitab al-Silah oleh Ibn al-Abbar (wafat 1260), dan Kitab Silat al-Sila oleh Ibn al-Zubair (wafat 1308). Tokoh-tokoh perempuan ini berasal dari berbagai kelas masyarakat dan berbagai daerah Andalus. Mereka memiliki kontribusi dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan antara abad kesembilan dan ketiga belas. Catatan-catatan biografi ini memberikan wawasan penting tentang sejarah sosial dan intelektual Andalusia. Sehingga masyarakat saat ini bisa mengetahui peran perempuan Andalusia dalam penyebaran pengetahuan selama Abad Pertengahan.

Pertama: Fatimah binti Yahya bin Yusuf al-Maghami.
Fatimah binti Yahya adalah saudarai dari ahli fikih, Yusuf bin Yahya al-Maghami. Fatimah dikenal sebagai sosok perempuan yang paling luas pengetahuannya, dermawan, dan bijak di eranya. Ia tinggal di kota ilmu, Cordoba, dan wafat di sana sekitar tahun 319 H/931 M. Pemakamannya dihadiri begitu banyak khalayak. Bahkan termasuk wanita yang prosesi pemakamannya paling banyak dihadai oleh orang-orang dalam sejarah Kota Cordoba. Tentu ini menunjukkan bagaimana masyarakat Islam menghargai seorang wanita.

Kedua: Aisyah binti Ahmad bin Muhammad bin Qadim.
Sama halnya dengan Fatimah binti Yahya, Aisyah binti Ahmad juga berasal dari Cordoba. Seorang ilmuan besar sekelas Ibnu Hayyan (wafat 469 H/1075 M) berkata tentang dirinya, “Di Semenanjung Iberia di masanya, tak ada satu pun yang sebanding dengannya dalam hal ilmu pengetahuan, keunggulan, kemampuan sastra, penggubah puisi, kefasihan, kebijakan, ketulusan, kedermawanan, dan kebijaksaan. Ia sering menulis pidato yang memuji raja-raja di zamannya kemudian berbicara di majelis mereka. Ia begitu lihai menggores kaligrafi kemudian menyalin ayat Alquran dalam buku-buku lainnya. Ia seorang kolektor buku dengan koleksi buku yang begitu banyak. Dan begitu semangat mencari ilmu. Wanita kaya ini wafat menyandang status gadis, tak pernah menikah. Ia wafat pada tahun 400 H/1009 M.

Ketiga: Khadijah binti Ja’far bin Nusair bin Tammar at-Tamimi.
Khadijah binti Ja’far adalah istri dari ahli fikih Abdullah bin Asad. Ia meriwayatkan kitab al-Muwatta karangan Al-Qa’nabi dari suaminya. Setelah rampung mempelajari kitab itu, Khadijah menguatkan hafalanya dengan cara menyalin ulang kitab tersebut pada tahun 394 H/1003 M.

Jembatan bersejarah di Kota Cordoba. Pondasinya dibangun oleh Kaisar Romawi Augustus. Kemudian dipugar oleh umat Islam hingga terlihat seperti sekarang.
Jembatan bersejarah di Kota Cordoba. Pondasinya dibangun oleh Kaisar Romawi Augustus. Kemudian dipugar oleh umat Islam hingga terlihat seperti sekarang.

Keempat: Radhiyah
Radhiyah dikenal sebagai Najm. Ia merupakan bekas budak perempuan khalifah Abd al-Rahman III. Setelah menikah dengan seorang budak yang bernama Labib, Khalifah al-Hakam menebusnya hingga ia menjadi wanita merdeka. Labib dan Radhiyah berangkat bersama untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah pada tahun 353 H/964 M. Pasangan suami istri ini ahli dalam membaca dan menulis.
Abu Muhammad bin Khazraj meriwayatkan hadits dari Radhiyah. Dalam beberapa bukunya, Abu Muhammad mengatakan Radhiyah wafat pada tahun 423 H/1032 M. Saat ituia berusia hampir 100 tahun.

Kelima: Fatimah binti Zakariyya bin Abdullah al-Khatib as-Shiblari.
Fatimah binti Zakariyyah adalah seorang juru tulis yang terkenal. Allah ﷻ memberinya usia yang panjang hingga 94 tahun. sebagian besar waktunya ia khidmatkan untuk dunia tulis-menulis. Menulis surta dan buku-buku. Ia seorang penulis yang handal dan fasih retorikanya. Ibnu Hayyan menyebutkan bahwa Fatimah binti Zakariyyah wafat pada tahun 427 H/1036 M.

Share this

0 Comment to "27 Wanita Inspiratif dari Andalusia (Part 1)"

Post a Comment

Jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)