
Foto: Oris Riswan/Okezone
BANDUNG - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Kota Bandung bersama lebih dari 100 guru honorer menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (25/11/2016). Dalam aksinya, para guru honoror menyuarakan isi hatinya selama ini.
Namun suasana aksi tampak ceria. Para guru lebih banyak tertawa meski selama ini tidak memiliki gaji dan fasilitas seperti guru berstatus PNS.
"Sebagai guru honorer, kita jangan kalah semangat oleh siswa. Siswa pakai android, boro-boro buat beli handphone, tidak usah minder karena gaji juga diempet-empet (dipakai sedikit-sedikit) untuk kebutuhan," kata salah seorang guru di atas mobil bak terbuka.
Apa yang disampaikan justru membuat para guru yang didominasi ibu-ibu tertawa. Tak ada suasana tegang dalam aksi tersebut. Aksi bahkan seolah jadi ajang curhat alias mencurahkan hati para guru.
Meski begitu, poin-poin tuntutan tetap disampaikan para guru dengan serius. Selain melalui orasi, tuntutan disampaikan dengan memperlihatkan poster, di antaranya bertuliskan 'Gaji Guru Honorer Rp100.000', 'Cairkan Dana Hibah Sekarang Juga', dan 'Selamat Hari Guru Nasional'.
Koordinator aksi Iwan Hermawan mengatakan ada tiga tuntutan inti yang diinginkan para guru. Pertama, mengangkat guru dan tenaga administrasi honorer menjadi PNS, khususnya kategori II.
"Kedua, jika tidak bisa diangkat menjadi PNS karena ada keterbatasan kuota, berilah kesempatan guru honorer untuk ikut sertifikasi, khususnya guru honorer di sekolah negeri dengan mengukuhkan mereka sebagai guru tetap pemerintah daerah," kata Iwan.
Ketiga, jika belum mendapat sertifikasi, guru honorer ingin digaji sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) sesuai amanat UU Nomor 13 Tahun 2003 karena guru adalah tenaga pekerja pendidikan.
Iwan mengatakan, ada sejumlah permasalahan yang selama ini dirasakan guru honorer, terutama dari segi gaji. "Kenyataannya, setelah 71 tahun Indonesia medeka, nasib guru honorer di Indonesia belum sebaik guru PNS," ucapnya.
"Masih banyak guru yang berpenghasilan di bawah UMP/UMK. Padahal mereka diharuskan memiliki kualifikasi strata I dan kewajiban yang sama dengan guru PNS," jelas Iwan.
Begitu juga dengan tenaga administrasi sekolah yang nasibnya sama-sama mengkhawatirkan. Banyak di antara mereka yang gajinya hanya cukup untuk seminggu.
Sementara setelah selesai menyuarakan sikapnya, para guru laki-laki bersiap melaksanakan salat Jumat di halaman Gedung Sate. Sedangkan guru perempuan beristirahat di sekitar lokasi.
Rencananya, massa akan melanjutkan aksi usai salat Jumat ke Balai Kota Bandung. Mereka akan menuntut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk mencairkan dana hibah guru honorer di Kota Bandung yang tertunggak selama ini. (SUS)
Sumber
0 Comment to "HARI GURU NASIONAL: Guru Honorer Suarakan Isi Hati di Depan Gedung Sate"
Post a Comment
Jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)